Searching...

Candi Prambanan

Ketika mendengar tentang Candi Prambanan, sebagian dari kita langsung teringat mengenai kisah Lara Jonggrang. Cerita rakyat yang telah diwariskan turun temurun tersebut telah menjadi salah satu daya tarik candi ini. Namun, berdasarkan Prasasti Siwargrarha, candi tersebut dikatakan dibangun oleh Rakai Pikatan semasa wangsa Sanjaya.

Candi Prambanan dikenal kembali saat seorang Belanda bernama C.A. Lons mengunjungi Jawa pada tahun 1733 dan melaporkan tentang adanya reruntuhan candi yang ditumbuhi semak belukar. Usaha pertama kali untuk menyelamatkan Candi Prambanan dilakukan oleh Ijzerman pada tahun 1885 dengan membersihkan bilik-bilik candi dari reruntuhan batu. Pada tahun 1920 baru dimulai pekerjaan pembinaan yang dipimpin oleh Van Erp untuk candi Siwa, candi Wisnu dan candi Brahma.

Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, tinggi bangunan utama adalah 47m. Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil dan lebih dari 250 candi kecil.

Tiga candi utama disebut Trisakti dan dipersembahkan kepada Sang Hyang Trimurti, yaitu Batara Siwa (Sang Penghancur), Batara Wisnu (Sang Pemelihara) dan Batara Brahma (Sang Pencipta).

Seni hias yang menjadikan Candi Prambanan tampil menawan antara lain keberadaan relief cerita Ramayana dan Kresnayana. Relief Ramayana dipahat pada dinding dalam pagar langkan Candi Siwa di candi Brahma, relief Kresnayana dipahat pada dinding dalam pagar langkan Candi Wisnu. Selain itu, seni hias yang juga menonjol adalah hiasan yang lazim disebut motif prambanan, yaitu suatu hiasan pada batur candi yang berupa seekor singa dalam posisi duduk diapit oleh pohon kalpataru (pohon hayati / pohon kehidupan). Hiasan semacam ini hanya terdapat di Candi Prambanan, oleh karena itu hiasan ini disebut motif Candi Prambanan. Hiasan-hiasan lainnya yang banyak menghiasi dinding luar batur candi adalah pohon kalpataru yang diapit sepasang makhluk kayangan yang lazim disebut kinara-kinari (makhluk berkepala manusia berbadan burung).

Selain hiasan-hiasan di candi, para pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan Sendratari Ramayana. Pertunjukan ini bercerita mengenai kisah Ramayana, yaitu epos legendaris karya Walmiki yang ditulis dalam bahasa Sanskerta. Seluruh cerita disuguhkan dalam rangkaian gerak tari yang dibawakan oleh para penari yang rupawan dengan diiringi musik gamelan. Para pengunjung diajak untuk benar-benar larut dalam cerita dan mencermati setiap gerakan para penari untuk mengetahui jalan cerita. Tak ada dialog yang terucapkan dari para penari. Satu-satunya penutur adalah sinden yang menggambarkan jalan cerita lewat lagu-lagu daam bahasa Jawa dengan suaranya yang khas.

Kenali lebih dalam budaya Indonesia dengan berkunjung ke Candi Prambanan. Tourbalijava.com juga menyediakan wisata Candi Prambanan, cek Paket Tour Yogyakarta di sini.
 
Back to top!